Ada beberapa diantara kata benda yang tidak dapat diketahui dengan hanya mengetahui ciri-ciri yang telah tersebut di posting sebelumnya diantaranya yaitu:
• Kata ganti atau yang biasa dikenal dalam bahasa arab dengan ( اِسْمُ ضَمِيْرٍ) yaitu:
أَنْتَ = engkau (pria).
أَنْتُمَا = kalian berdua (pria).
أَنْتُمْ = kalian (pria).
أَنْتِ = engkau (wanita).
أَنْتُمَا = kalian berdua (w).
أَنْتُنَّ = kalian (wanita).
أَنَا = Aku atau saya (p & w).
نَحْنُ = kami atau kita (p & w).
هُوَ = dia (pria).
هُمَا = mereka berdua (p).
هُمْ = mereka (pria).
هِيَ = dia (wanita).
هُمَا = mereka berdua (w).
هُنَّ = mereka (wanita).
• Kata tunjuk atau yang biasa dikenal dalam bahasa arab dengan (اِسْمُ إِشَارَةٍ) yaitu:
هَذَا = ini (pria).
هَذِهِ = ini (wanita).
هَؤُلاَءِ = ini orang-orang (pria & wanita).
أُولَئِكَ = itu orang-orang (pria & wanita).
ذَلِكَ = itu (pria).
تِلْكَ = itu (wanita).
• Kata sambung atau yang biasa dikenal dalam bahasa arab dengan (اِسْمُ مَوْصُوْلٍ) yang mengandung arti “yang” yaitu:
الَّذِيْ = yang (pria).
الَّتِيْ = yang (wanita).
مَنْ = yang (pria & wanita).
مَا = yang (khusus barang).
Contoh dari hal ini semua:
- InsyaAllah menyusul pada saat pembahasannya didalam kitab ini, disini hanya sebagai pengenalannya saja namun kalau masih juga penasaran ingin mengetahuinya sekarang silahkan lihat daftar isi.
Selasa, 07 Juli 2009
Faidah penting
Senin, 06 Juli 2009
Pelajaran pertama
Perlu kita ketahui bersama bahwa secara garis besar sebuah kalimat sederhana dalam bahasa arab itu tersusun dari tiga hal (atau bisa juga kita katakan bahwa kata dalam bahasa arab itu terbagi menjadi tiga):
1. ISIM ( اِسْم ) atau "kata benda".
2. FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja".
3. HARF ( حَرْف ) atau "kata tugas".
sekarang, mari kita bahas secara singkat tentang istilah-istilah di atas;
1. ISIM ( اِسْم ) atau "kata benda".
Isim adalah kata benda yaitu yang menunjukkan arti benda atau yang dianggap benda.
Sedangkan menurut ulama nahwu, isim adalah kata yang menunjukkan makna pada dirinya dan tidak ada kaitannya dengan waktu ( masa lampau, masa sekarang , masa mendatang).
Contoh:
مُحَمَّدٌ = Muhammad (nama orang).
كِتَابٌ = kitab atau buku.
أَنَا = saya atau aku.
Cirinya ialah:
Secara umum kita dapat membedakan antara isim (kata benda) dengan (kata) lainnya yaitu dengan mengenali ciri-ciri isim (kata benda) tersebut, apabila ditemui salah satu dari ciri-ciri tersebut pada sebuah kata maka dapat di pastikan bahwa kata tersebut adalah kata benda, berikut ciri-ciri tersebut:
1. Akhir katanya berharakat tanwin (---ًً---ٍ---ٌ----)
Contoh:
طَالِبٌ = Seorang pelajar
بَيْتٌ = Sebuah rumah
كَبِيْرٌ = Besar
2. Akhir katanya berharakat kasrah atau kasrathain (--ِ--/--ٍ--)
Contoh:
الطَّالِبِ / طَالِبٍ = pelajar
اْلبَيْتِ / بَيْتٍ = rumah
الْكَبِيْرِ / كَبِيْرٍ = Besar
3. Berawalan alif lam ( اْل )
Contoh:
الطَّالِبُ = pelajar
اْلبَيْتُ = rumah
الْكَبِيْرُ = Besar
4. Di dahului oleh salah satu huruf yang menyebabkan harakat akhir kata benda menjadi kasrah / kasrathain.
Diantara huruf-huruf tersebut ialah:
a. Huruf jer yaitu kata keterangan
Diantaranya:
بِ = dengan.
كَـ = bagai / seperti.
لِ = untuk.
مِنْ = dari.
فِيْ = didalam.
إِلَى = ke.
عَلَى = diatas.
Contoh:
كَالطَّالِبِ / كَطَالِبٍ = seperti pelajar
فِيْ اْلبَيْتِ / فِيْ بَيْتٍ = di dalam rumah
عَلَى اْلمَكَتَبِ / عَلَى مكَتَبٍ = diatas meja
b. huruf qosam yaitu huruf yang menunjukkan sumpah yang berarti demi.
Diantaranya:
بِ = demi.
وَ = demi.
تَ = demi.
Contoh:
بِالله = Demi Allah.
وَالله = Demi Allah.
تَالله = Demi Allah.
c. zhorof yaitu keterangan yang menunjukan tempat atau waktu.
Diantaranya:
أَمَامَ = di depan.
خَلْفَ = di belakang.
يَمِيْنَ = di samping kanan.
Contoh:
أَمَامَ البَيْتِ / أَمَامَ بَيْتٍ = di depan rumah
خَلْفَ المَدْرَسَةِ / خَلْفَ مَدْرَسَةٍ = di belakang sekolah
يَمِيْنَ المَلْعَبِ / يَمِيْنَ مَلْعَبٍ = di samping kanan lapangan
5. Di dahului dengan huruf nida (kata seru atau huruf yang menunjukkan arti panggilan).
Diantaranya:
يَا = Wahai.
Contoh:
يَا مُحَمَّد = Wahai Muhammad!
Pengenalan
Assalamu’alaikum. . ...
ketemu lagi....ok langsung saja....saya sebenarnya saat ini sedang tidak ingin banyak menulis karena ada beberapa pekerjaan yang perlu saya selesaikan dengan cepat tapi...ya...alhamdulillah karena saya dahulu pernah membuka-buka web bahasa arab dan pada waktu itu pula saya sempet mengcopy beberapa faidah dan diantara copy-an tersebut diantaranya ada yang isinya yang saya rasa cocok dengan pribadi saya dalam menyampaikan suatu toeri kepada orang lain dan inilah dia copy-annya (dengan beberapa pengeditan ):
kita sering denger istilah Nahwu dan Sharaf....tapi kita tahu gak ya, bedanya nahwu sama sharaf itu apa? karena biasanya, ketika disebut nahwu maka sharaf ikut disebut dan sebaliknya..... lalu, apa dong bedanya?......baik sekarang saya ingin sedikit menjelaskan tentang masalah ini semoga bermanfaat bagi sobat semua.....
1.Nahwu
Nahwu secara bahasa memiliki arti seperti atau semisalnya (Kamus Al Munawwir)
namun secara istilah sebagaimana yg dikatakan pengarang kitab (Al Fawakih Al janiyyah)yaitu sebuah kitab penjelasan dari kitab Mutammimah (yang merupakan penjelasan dari kitab jurmiyyah) nah lo.....moedeng gak loe....: Nahwu adalah ilmu tentang pokok, yang bisa diketahui dengannya harkat akhir dari suatu kalimat baik secara i’rab atau mabniy… (harkat yg dimaksud disini adalah harakat terakhir dari suatu kata, contoh Alhamdu, maka yg dibahas dalam ilmu nahwu adalah harakat terakhir yaitu dhammah dari kata du)
biar pada ngerti maka kita make contoh dah… misalnya kita baca basmallah kan bismullahirrahmannirrahiimi.. pernah terpikir tidak kenapa dibaca seperti itu? kenapa bismillahi tidak BismillahA atau bismillahu? Arrahmani tidak Arrahmana atau Arrahmanu? nah, disinilah fungsi ilmu nahwu, yaitu membuat sebuah kata bisa dibaca dengan benar sehingga menghasilkan makna atau arti yang benar.. karena bahasa arab itu, apabila beda satu harakat saja maka bisa beda maknanya bahkan ada yang tidak bisa diartikan kalo harakatnya salah.......catet!
2.Sharaf Sharaf secara bahasa memiliki arti perubahan (kamus Al Munawwir)
namun secara istilah sharaf adalah perubahan bentuk kata dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain.....nah lo...mumet lagi ya....misalnya, dalam bahasa indonesia, kita bisa menggunakan kata teman, berteman, pertemanan, menemani, ditemani.. maka begitu juga dengan bahasa arab....dan ilmu sharaf adalah ilmu yang membahas masalah seperti itu....nah sudah tau kan sekarang bedanya???
jadi kesimpulannya ialah :
Ilmu yang membahas tentang perubahan harokat akhir dari sebuah kata adalah ilmu Nahwu sedangkan.....
Ilmu yang membahas tentang perubahan sebuah kata dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya ialah ilmu sharaf.....
Pendahuluan
Assalamu’alaikum. . ...
Kita sebagai kaum muslimin mengetahui bahwa bahasa arab adalah bahasa alquran, siapapun orangnya apabila ia ingin benar-benar menyelami ajaran agama islam yang sebenarnya maka tiada jalan baginya melainkan harus mau menggali dari sumber asalnya yaitu alquran dan sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam oleh karenanya menurut kaidah hukum islam mengerti akan ilmu bahasa arab khususnya bagi mereka yang ingin memahami alquran wajib hukumnya.......
Nah....kalo sekarang baru deh bener-bener saya yang ngomong nih..... karena tadi itu adalah hanya kutipan mukaddimah dari sebuah buku yang pernah saya baca.....baik sekarang saya ingin sharing sama sobat sekalian....saya menyadari bahwa keinginan kita dalam mempelajari bahasa arab antara satu sama lainnya berbeda beda.....mungkin disana ada yang ingin mempelajarinya karena mau kerja di negeri arab barangkali atau karena ingin menikah dengan orang arab mungkin atau karena tuntutan pekerjaan atau atau atau banyak lagi lainnya.......tapi wahai sobatku kalau kita perhatikan .....tidakkah lebih baik bagi kita untuk meluruskan niat kita dahulu sebelum kita menuntut ilmu agung ini......sehingga jikalau nantinya ajal telah mendahuli angan kita maka kita....toh dengan adanya niat ini maka ia akan menjadi sebuah bekal yang bisa untuk ditimbang di atas timbangan hari akhir nanti.....ya...lumayan untuk ngurangi beban timbangan dosa-dosa kita....ok....saya berkata demikian karena saya teringat dengan hadits Nabi kita tercinta yang secara maknanya yaitu: barang siapa yang baru berniat (baik) saja namun belum mengerjakannya maka ia tetap akan mendapatkan satu pahala kebaikan tapi kalau dikerjakan maka ia akan dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat dan bahkan bisa dilipat gandakan lagi menjadi berkali kali lipat (jika benar-benar dikerjakan dengan ikhlas....)baik sobat mungkin sampe disini dulu dan selamat bergabung bersama ArabQta yang saya harap semoga dapat menjadi investasi saya nanti di akhirat ...
wasalam.....
akhukum Fillah Fakher Omar Bayashoot.
